Lintas provinsi.com.,JAMBI — Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Jambi terus mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November hingga 1 Desember 2026 di Karawang, Jawa Barat.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, PODSI Jambi menggelar seleksi tahap II atlet dayung di Danau Sipin, Kota Jambi, Kamis (1/10/2026) lalu. Seleksi ini menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaring atlet potensial yang akan memperkuat kontingen Jambi pada ajang nasional tersebut.
Selain persiapan menuju Kejurnas, PODSI Jambi juga mengagendakan keikutsertaan atlet dalam International Batam Sea Eagle Boat Race 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Desember 2026 di Batam. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman dan mengasah kemampuan bertanding. Jambi (3/10/2026).
Ketua PODSI Provinsi Jambi, Raden Wawan Setiawan, mengatakan seleksi tahap II bertujuan mengukur kesiapan atlet dari berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik, teknik kayuhan, kekompakan tim, hingga mental bertanding.
Menurutnya, proses seleksi menjadi bagian dari upaya memastikan atlet yang terpilih memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai provinsi.
"Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet-atlet dayung terbaik Provinsi Jambi untuk menghadapi Kejurnas Dayung 2026 di Karawang. Seleksi tahap II ini menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat sejauh mana kemampuan dan kesiapan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding," ujar Wawan.
Ia menjelaskan, Kejurnas Dayung 2026 akan menjadi ajang evaluasi terhadap hasil pembinaan atlet yang selama ini dilakukan PODSI Jambi. Karena itu, program persiapan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan individu, tetapi juga daya tahan, kedisiplinan, strategi perlombaan, serta koordinasi antaratlet.
Wawan menyatakan optimistis kontingen dayung Jambi mampu bersaing dan memiliki peluang untuk meraih medali pada sejumlah nomor yang akan diikuti.
"Kami optimistis Jambi bisa mengikuti beberapa nomor pertandingan dan memiliki peluang untuk meraih medali. Namun, semua itu harus dibarengi dengan kerja keras, disiplin, dan kesungguhan dalam menjalani latihan," tegasnya.
Untuk meningkatkan kualitas atlet, PODSI Jambi merencanakan program pertandingan persahabatan atau sparing secara berkala setiap dua minggu sekali bagi atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
Program tersebut dirancang sebagai sarana evaluasi untuk mengukur perkembangan performa atlet secara langsung melalui pertandingan dengan lawan tanding.
Wawan menilai, sparing memiliki peran penting dalam mengukur peningkatan kemampuan atlet setelah menjalani program latihan. Melalui pertandingan tersebut, pelatih dapat mengevaluasi kecepatan, teknik kayuhan, kekompakan, strategi, serta daya tahan atlet selama perlombaan.
Selain aspek teknis, pertandingan persahabatan juga diharapkan mampu membentuk mental bertanding dan meningkatkan kemampuan atlet dalam menghadapi tekanan persaingan.
Hasil evaluasi dari program latihan dan sparing nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pelatih dan pengurus dalam menentukan atlet yang siap memperkuat kontingen Jambi di Kejurnas 2026.
Atlet yang menunjukkan perkembangan positif dan kemampuan bersaing akan menjadi prioritas dalam proses penilaian. Sementara itu, nama-nama atlet yang dinyatakan lolos seleksi akan diumumkan setelah seluruh tahapan evaluasi selesai dilaksanakan.
Wawan berharap program tersebut dapat memberikan pengalaman bertanding yang lebih banyak sekaligus membantu atlet memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kejuaraan nasional.
Di sisi lain, Wawan menyayangkan tidak dipertandingkannya nomor Dragon Boat Tradisional (DBR) dalam Kejurnas Dayung 2026. Menurutnya, Jambi memiliki sejumlah atlet potensial di nomor tersebut yang telah menjalani pembinaan secara berkelanjutan.
"Kami cukup menyayangkan karena nomor DBR atau Dragon Boat Tradisional tidak dipertandingkan dalam Kejurnas 2026. Padahal, Jambi juga memiliki atlet-atlet potensial di nomor tersebut. Namun, kami tidak ingin hal ini menjadi penghalang bagi atlet untuk terus berkembang," ungkapnya.
Meski nomor DBR tidak masuk dalam kategori pertandingan resmi Kejurnas, PODSI Jambi tetap berkomitmen membuka peluang bagi atlet untuk mengikuti kejuaraan lain yang relevan.
"Kami tetap akan mengupayakan agar atlet-atlet DBR mendapatkan kesempatan bertanding. Atlet yang sudah berlatih dan berjuang tentu harus tetap mendapatkan perhatian serta kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka," tambah Wawan.
Ia menegaskan bahwa pembinaan olahraga dayung harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada nomor yang dipertandingkan dalam satu kejuaraan. Setiap nomor memiliki potensi untuk melahirkan atlet berprestasi apabila didukung latihan yang terarah, fasilitas memadai, serta kesempatan bertanding.
Menjelang Kejurnas Dayung 2026, PODSI Jambi akan terus mengoptimalkan program latihan yang mencakup peningkatan kondisi fisik, pemantapan teknik kayuhan, penguatan kekompakan tim, hingga pembentukan mental bertanding.
Wawan mengingatkan seluruh atlet agar memanfaatkan waktu persiapan dengan maksimal serta menjaga kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani program latihan bersama pelatih.
"Kami berharap seluruh atlet yang mengikuti seleksi dapat memberikan kemampuan terbaiknya. Bagi atlet yang nantinya terpilih, manfaatkan waktu persiapan yang ada untuk terus meningkatkan kemampuan. Jaga kondisi fisik, perbaiki teknik, bangun kekompakan, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga mental serta semangat juang," katanya.
Ia juga mengharapkan dukungan dari pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembinaan olahraga dayung di Provinsi Jambi dapat terus berkembang dan menghasilkan atlet berprestasi.
Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang, pembinaan berkelanjutan, kedisiplinan, serta sinergi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, persiapan menuju Kejurnas tidak hanya menjadi tanggung jawab atlet dan pelatih, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Kejurnas Dayung 2026 di Karawang akan menjadi momentum bagi PODSI Jambi untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menguji kemampuan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Melalui seleksi tahap II, program Pelatda, serta rencana sparing setiap dua minggu sekali, PODSI Jambi berupaya menyiapkan atlet yang kompetitif dan mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah.
Satu lintasan, satu perjuangan, ribuan kayuhan menuju prestasi. PODSI Jambi bertekad mengibarkan nama daerah dan memperjuangkan medali di Kejurnas Dayung 2026.(Noval)
0 Comments